Anjellfans's Blog

Desember 3, 2010

IP ADDRESS

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 7:04 am
Alamat IP (Internet Protocol), yaitu sistem pengalamatan di network yang direpresentasikan dengan sederetan angka berupa kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 hingga 255.255.255.255.
IP address panjangnya 32 bit dan dibagi menjadi dua bagian: bagian network dan bagian host. Batasan antara network dan host ini tergantung kepada beberapa bit pertama, seperti diperagakan pada tabel di bawah ini.
Tabel IP Address
Class-high-order bits-bagiancNetwork-bagian host jumlah address
A 0 7 24 16.777.214
B 10 14 16 65.534
C 110 21 8 254
D 1110 multicast group (percobaan) multicast group (percobaan) 268.435.456
E 1111 multicast group (percobaan) multicast group(percobaan)
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) membangun jaringan nasional dengan teknologi paket radio yang diberi nama JASIPAKTA. Jaringan ini merupakan jaringan kelas B yang pertama di Indonesia. Pada waktu itu para pengguna radio amatir telah mulai menggunakan komputer untuk komunikasi internasional.IP address dapat di analogikan sebagai alamat sebuah rumah, Nomer Telpon sebauh HandPhone, IP address digunakan untuk memberikan alamat berbagai website di dunia, Komputer di dunia secara unik, sehingga dapat di akses oleh seluruh penduduk penjuru dunia yang terkoneksi ke Internet.
IP address sendiri dibagi menjadi dua macam yaitu:
  1. IP address Publik adalah IP address yang dapat di akses oleh pengguna internet diseluruh dunia, dan IP address publik diberikan oleh badan khusus dunia yang menangani mengenai IP address yaitu IANA.
  2. IP address Lokal adalah IP address  yang dapat diakses hanya di jaringan komputer, di area lokal, dalam arti jaringan private, misal jaringan warnet, jaringan kantor dan IP address ini tidak dapat di akses langsung dari internet, hanya dapat di akses dari jaringan lokal. adapun Range jaringan lokal adalah sebagai berikut: * 10.0.0.0 – 10.255.255.255    * 172.16.0.0 – 172.31.255.255    * 192.168.0.0 – 192.168.255.255
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address tersebut.Contoh IP address untuk cisco.com adalah 202.93.35.9 untuk www.ilkom.unsri.ac.id dengan IP nya 202.39.35.9
Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000 . 00000000 . 00000000 . 00000000o 1 o 2 o 3 o 4
Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID,Network ID yang akan menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya.
Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya
IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A sampai dengan kelas C.
Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan karena sebagai valid host id, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192, kelas C 191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.
Catatan :• alamat Network ID dan Host ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat tersebut disebut floaded broadcast• alamat network, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
  1. Pada kelas A : 8 oktet pertama adalah alamat networknya, sedangkan sisanya 24 bits merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.Jadi admin dapat membuat banyak sekali alamat untuk hostnya, dengan memperhatikan2 24 – 2 = 16.777.214 hostN ; jumlah bit terakhir dari kelas A(2) adalah alamat loopback
  2. Pada kelas B : menggunakan 16 bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai bagian dari address. Dua octet sisanya (16 bits) digunakan untuk alamat host 2 16 – 2 = 65.534
  3. Pada kelas C : menggunakan 24 bit pertama untuk network dan 8 bits sisanya untuk alamat host. 2 8 – 2 = 254
Nomor IP terdiri dari 32 bit yang didalamnya terdapat bit untuk NETWORK ID (NetID) dan HOST ID (HostID). Secara garis besar berikut inilah pembagian kelas IP secara default
GATEWAY/ROUTER
Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.
DIVERT (mekanisme diversi paket kernel)Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.Itulah beberapa bahasan awal yang akan mengantar kita ke pembahasan inti selanjutnya.
BROADCAST
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth/jalur akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu.Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 alamat untuk menerima paket : pertama adalah nomor IP yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada jaringan tempat host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada nomor IP menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.


November 10, 2010

4 Hal Yang tak Dapat Kembali

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 3:24 am


ada sebuah cerita yang mungkin makna nya ada dalam 4hal yang saya sebutkan diatas mudah2n dapat menjadi inspirasi buat sobat2 sekalian :

Seorang gadis muda sedang menunggu penerbangan nya di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk, karena harus menunggu ber jam2 dia memutuskan membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya dia juga membeli sebungkus kue, dia duduk di kursi yang mempunyai sandaran tangan di ruang VIP bandara untuk istirahat dan membaca dengan tenang, disisi sandaran tangan dimana kue terletak, ada seorang pria yang duduk di kursi sebelah membuka majalah dan mulai membaca,

ketika gadis itu mengambil kue pertama laki2 itu juga ikut mengambil, si gadis merasa gemas tetapi tidak berkata apa2, dia hanya berfikir “Lancang benar!!bila saya tidak sabaran sudah ku gebuk dia karena kenekatan nya!”, untuk setiap kue yang dia ambil laki2 itu turut mengambil satu. ini sangat lah membuat nya marah namun si gadis tak ingin sampai timbul kegaduhan di ruang itu.., ketika tinggal satu kue tersisa gadis itu mulai berfikir ” Aha…bakal ngapain sekarang orang yang gak sopan ini?”, lalu… laki2 itu mengambil kue yang tersisa, membagi nya dua, lalu memberikan yang separuh padanya. Benar2 Keterlaluan!!si gadis benar2 marah sekarang!dalam kemarahan nya dia mengakhiri bukunya, dikemasnya barang lalu bergegas ke tempat boarding, ketika sudah duduk di seat-nya, di dalam pesawat nya, dia merogoh tas nya untuk mengambil kaca mata, dan……, dia sontak terkejut, sebungkus kue nya masih ada di dalam tas, tak tersentuh, tak terbuka!! dia merasa sangat malu!! dia sadar telah keliru…… dia lupa kalau kue nya masih tersimpan di dalam tas, laki2 tadi telah berbagi kue dengan nya, tampa merasa marah atau sangit ketika si gadis amat marah, berfikir bahwa ia telah berbagi kue dengan laki2 itu. dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaian nya….,juga untuk meminta maaf.

ada 4hal yang tak dapat kembali:

  1. Batu …… Setelah iya di lontarkan
  2. Kata …… setelah iya di ucapkan
  3. kesempatan ……. setelah dia hilang!!
  4. waktu …. setelah ia berlalu!!!

Oktober 30, 2010

SUMPAH PEMUDA

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 4:48 am

SUMPAH PEMUDA

First:
- WE Poetra and acknowledge INDONESIAN Poetri BERTOEMPAH blood which was one, GROUND WATER INDONESIA

Second:
- WE Poetra and Poetri INDONESIA, confesses the one nation, NATION INDONESIA

Third:
- WE Poetra and Poetri INDONESIAN LANGUAGE MENGJOENJOENG unity, INDONESIAN

Djakarta, October 28, 1928

The text was read at the time an oath Pemoeda Pemoeda Congress held in
Waltervreden (now Jakarta) on 27 – October 28, 1928 1928.

Pemoeda Congress Committee consists of:

Chairman    : Soegondo Djojopoespito (GN)
Vice Chairman   : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Secretary    : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Treasurer     : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Maid I                   : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Assistant II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Assistant III          : Senduk (Jong Celebes)
Assistant IV         : John Leimena (yong Ambon)
Assistant V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Participants          :

  Abdul Muthalib Sangadji

  Purnama Wulan

  Abdul Rachman

  Raden Soeharto

  Abu Hanifah

  Raden Soekamso

  Adnan Kapau Gani

  Ramelan

  Amir (Dienaren van Indie)

  Saerun (Keng Po)

  Anta Permana

  Sahardjo

  Anwari

  Sarbini

  Arnold Manonutu

  Sarmidi Mangunsarkoro

  Assaat

  Sartono

  Bahder Djohan

  S.M. Kartosoewirjo

  Dali

  Setiawan

  Darsa

  Sigit (Indonesische Studieclub)

  Dien Pantouw

  Siti Sundari

  Djuanda

  Sjahpuddin Latif

  Dr.Pijper

  Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)

  Emma Puradiredja

  Soejono Djoenoed Poeponegoro

  Halim

  R.M. Djoko Marsaid

  Hamami

  Soekamto

  Jo Tumbuhan

  Soekmono

  Joesoepadi

  Soekowati (Volksraad)

  Jos Masdani

  Soemanang

  Kadir

  Soemarto

  Karto Menggolo

  Soenario (PAPI & INPO)

  Kasman Singodimedjo

  Soerjadi

  Koentjoro Poerbopranoto

  Soewadji Prawirohardjo

  Martakusuma

  Soewirjo

  Masmoen Rasid

  Soeworo

  Mohammad Ali Hanafiah

  Suhara

  Mohammad Nazif

  Sujono (Volksraad)

  Mohammad Roem

  Sulaeman

  Mohammad Tabrani

  Suwarni

  Mohammad Tamzil

  Tjahija

  Muhidin (Pasundan)

  Van der Plaas (Pemerintah Belanda)

  Mukarno

  Wilopo

  Muwardi

  Wage Rudolf Soepratman

  Nona Tumbel

Note:
Before reading the text of an oath Pemoeda played the song “Indonesia Raya”
composition W.R. Soepratman with friction violin.

1. Youth Pledge text was read on October 28, 1928 place
Jalan Kramat Raya, Central Jakarta 106 number is now a museum Oath
Youth, at the time was owned by a Chinese named Sie
Kong Liong.

2. Chinese Foreign Eastern Group also attended as observers
Youth Congress on the Youth Pledge of time reading the text there are 4 (four)
namely:
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien Kwie

Aplikasi Sumpah Pemuda Terhadap Pemuda Zaman Sekarang

Sumpah Pemuda is one important milestone for the Indonesian nation. As we know, there are three important points Sumpah Pemuda, which landed one water, one nation and one language. These three things are important factors for our country. How the spirit of youth first? How did the reality of today’s youth?

As the name implies, the Sumpah Pemuda was formulated by the youth. They then make it as a basis for generating a sense of nationalism. The youth no longer fend for themselves, but together.

We need to know, sumpah Pemuda was not born just like that. Much of what underlies the youth is determined to unite. They do not think it will be able to make Indonesia’s independence if the fighting in their own group.

Failure in the fight for Indonesian independence to make them aware that the sense of nationalism must be integrated. Therefore, the Youth Congress was held I and II. They become one, a “Youth of Indonesia.”

Contrary Rear

The spirit of unity of the youth had to be followed today’s youth. Namely, with the independence. Although I was still in elementary school, I was still young nation and future generations the ideals of the youth first.

However, sometimes we made sad by the fact of Indonesian youth today. The spirit of the independence they are very small, sometimes even destructive. Just because a little misunderstanding, the youth can now brawl. Brawl antarpemuda not know the location and level of maturity. Rural youth with a troubled young man the other village. There is also a brawl between schools and inter. They destroy the spirit of Sumpah Pemuda.

The problem some youth of today, not only unbridled emotion. They are also mentally selfish and preoccupied with themselves without care about the environment. They plunged themselves into a drug, rah-rah, and debauchery.

In my opinion, today’s youth are too complacent with the existing simplicity. As a result, they fall into negative things. Instead, they use the facilities to improve the quality of self-own.

Not All

Fortunately, not all of today’s youth like them, who destroy themselves and their nation. There are still many future generation who still care about the environment and uphold the spirit of Sumpah Pemuda.

There are many contemporary Indonesian youths who excel in education, sports, technology, peace, and others. For example, Maria Kristin is it the name the nation through sport badminton.

So, the fact is there are young people today are forgetting the spirit of Sumpah Pemuda. Some are still holding firm. Who remained faithful to us support and mencontohnya. Meanwhile, those who forget, we remind you to return to the spirit of the youth first.

Oktober 16, 2010

All About Bukittinggi

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 5:12 am

All About Bukittinggi

Bukittinggi (Indonesian for “high hill”) is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at   0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C

Bukittinggi cool weather, the friendly society that is one of the characteristics of this city. Bukittinggi is one of the city in western sumatera which has many tourist attractions of jam gadang indah. Begin from which is always a lot of the visit by the tourist down to the outposts is scenic areas in the form ofa green nature and the canyons  that stretched across the Sianok canyons.

Beside that there are many historic building in the city. Including the fortrees Fort De Cock who is arelic of colonial Dutsch, Japanese hole in the form of a beautiful tunnel under the city Bukittinggi which is a relic of colonial Japanese.

Fort de Kock in 1826

The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace

The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock.[2] The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy.[3] In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population.[4] A rail

The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace.[1]

The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock.[2] The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy.[3] In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population.[4] A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894.[5]

During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945.[6]

Mount Singgalang

Singgalang is a volcano in West Sumatra, Indonesia. Its elevation is 2,877 m (9,439 ft). It is a twin volcano with Mount Tandikat, which is located to the south-south-west of Singgalang. However, only Tandikat has had historical volcanic activity. The cities of Bukittinggi and Padang Panjang are located adjacent to the mountain

Mount Marapi

Marapi (also known as Merapi or Berapi) is a complex volcano in West Sumatra, Indonesia. Its name means Mountain of Fire, and it is the most active volcano in Sumatra. Its elevation is 2,891.3 metres (9,485.9 ft). A number of cities and towns are situated around the mountain, including Bukittinggi, Padang Panjang and Batusangkar.

According to legend, the mountain is the site first settled by the Minangkabau people after their ship landed on the mountain when it was the size of an egg and surrounded by water.[2] There are large numbers of upright burial stones in the region which are oriented in the direction of the mountain, indicating it’s cultural significance

Mosque in central Bukittinggi

During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second ‘Police Action’ Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.[7]

The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.

A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity.[8] Since 2008 the city administration has banned Valentine’s Day and New Year’s celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to “immoral acts” such as young couples hugging and kissing.[9]

Administration

Bukittinggi is divided in 3 subdistricts (kecamatan), which are further divided into 5 villages (nagari) and 24 kelurahan. The subdistricts are:

Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, and Aur Birugo Tigo Baleh.

Transportation

Bukittinggi is connected to Padang by road, though a dysfunctional railway line also exists. For inner-city transport, Bukittinggi employs a public transportation system known as Mersi (Merapi Singgalang) and IKABE that connect locations within the city. The city also still preserves the traditional horse-cart widely known in the area as Bendi, although the use is limited and more popular to be used as vehicle for tourist, both domestic and foreign.

Tourism

It is a city popular with tourists due to the climate and central location. Attractions within the city include:

Sianok Canyon

  • Ngarai Sianok (Sianok Canyon)
  • Lobang Jepang (Japanese Caves) – a network of underground bunkers & tunnels built by the Japanese during World War II
  • Jam Gadang – a large clock tower built by the Dutch in 1926.
  • Pasar Atas and Pasar Bawah – traditional markets in downtown.
  • Taman Bundo Kanduang park. The park includes a replica Rumah Gadang (literally: big house, with the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture, and a zoo. The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by the Limpapeh pedestrian overpass.
  • Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta (Museum of Bung Hatta Birthplace) – the house where Indonesian founding father Mohammad Hatta was born, now a museum. [10]

Notable nearby destinations include Lake Maninjau and the Harau Valley.

The Minangkabau ethnic group

In Bukittinggi we know the Minangkabau ethnic group (also known as Minang or Padang) is indigenous to the highlands of West Sumatra, in Indonesia. Their culture is matrilineal, with property and land passing down from mother to daughter, while religious and political affairs are the province of men (although some women also play important roles in these areas). Today 4 million Minangs live in West Sumatra, while about 3 million more are scattered throughout many Indonesian and Malay peninsula cities and towns.

The Minangkabau are strongly Islamic, but also follow their ethnic traditions, or adat. The Minangkabau adat was derived from animist beliefs before the arrival of Islam, and remnants of animist beliefs still exist even among some practicing Muslims. The present relationship between Islam and adat is described in the saying “tradition [adat] founded upon Islamic law, Islamic law founded upon the Qur’an” (adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah).

Rumah Gadang

Rumah gadang in the Pandai Sikek village of West Sumatra, with two rice barns (rangkiang) in front

Rumah gadang (Minangkabau: “big house”) – or more correctly called by Minangkabau people rumah bagonjong (Minangkabau: “house with horn-like roof”) – are the traditional homes (Indonesian: “rumah adat” ) of the Minangkabau. The architecture, construction, internal and external decoration, and the functions of the house reflect the culture and values of the Minangkabau. A rumah gadang serves as a residence, a hall for family meetings, and for ceremonial activities. With the Minangkabau society being matrilineal, the rumah gadang is owned by the women of the family who live there – ownership is passed from mother to daughter.

The houses have dramatic curved roof structure with multi-tiered, upswept gables. Shuttered windows are built into walls incised with profuse painted floral carvings. The term rumah gadang usually refers to the larger communal homes, however, smaller single residences share many of its architectural elements.[1]

Islam in Bukittinggi

Islam is the dominant religion in Indonesia, which also has the largest Muslim population than any other country in the world, with approximately 202.9 million identified as Muslim (88.2% of the total population) as of 2009.[1] Majority adhere to the Sunni Muslim tradition mainly of the Shafi`i madhab, although some follow other branches of Islam such as Sufi, Shia or Ahmadiyya. Shia number around 1 million.[2] In general, the Muslim community can be categorized in terms of two orientations: “modernists,” who closely adhere to orthodox theology while embracing modern learning; and “traditionalists,” who tend to follow the interpretations of local religious leaders (predominantly in Java) and religious teachers at Islamic boarding schools.

Guided Democracy

Guided Democracy (Indonesian: Demokrasi Terpimpin ) was the political system in place in Indonesia from 1957 until the New Order began in 1966. It was the brainchild of President Sukarno, and was an attempt to bring about political stability. Instead, he sought a system based on the traditional village system of discussion and consensus, which occurred under the guidance of village elders.

Sukarno proposed a threefold blend of nasionalisme (‘nationalism’), agama (‘religion’), and komunisme (‘communism’) into a co-operative ‘Nas-A-Kom‘ government. This was intended to appease the three main factions in Indonesian politics — the army, Islamic groups, and the communists. With the support of the military, he proclaimed in February 1957, ‘Guided Democracy’, and proposed a cabinet representing all political parties of importance (including the PKI). Western-style parliamentary democracy was thus finished in Indonesia until the 1999 elections of the Reformasi era.

Thank You

Oktober 9, 2010

Topologi Jaringan Komputer

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 5:06 am

Topologi  menggambarkan  struktur  dari  suatu  jaringan  atau  bagaimana  sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.
Adapun  topologi  fisik  yang  umum  digunakan  dalam  membangun  sebuah jaringan adalah :

Point to Point (Titik ke-Titik).
Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa. Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.

Star Network (Jaringan Bintang).
Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu. Model jaringan bintang ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar diberbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.
Kelebihan
·    Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·    Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·    Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·    Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
·    Jika node tengah mengalami kerusakan, maka maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan
·    Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

Gambar 3.1 Topologi jaringan bintang

Ring Networks (Jaringan Cincin)
Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.

Gambar 8.2 Topologi jaringan cincin

Tree Network (Jaringan Pohon)
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Gambar 8.3 Topologi jaringan pohon

Bus Network
Konfigurasi lainnya dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama. Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Gambar 8.4 Topologi jaringan bus

Plex Network (Jaringan Kombinasi)
Merupakan jaringan yang benar-benar interaktif, dimana setiap simpul mempunyai kemampuan untuk meng-access secara langsung tidak hanya terhadap komputer, tetapi juga dengan peralatan ataupun simpul yang lain. Secara umum, jaringan ini mempunyai bentuk mirip dengan jaringan bintang. Organisasi data yang ada menggunakan de-sentralisasi, sedang untuk melakukan perawatan, digunakan fasilitas sentralisasi.

Gambar 8.5 Topologi jaringan kombinasi

Topologi Logik pada umumnya terbagi mejadi dua tipe, yaitu :
a.    Topologi Broadcast
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.
b.    Topologi Token Passing
Mengatur pengiriman data pada host melalui media dengan menggunakan token yang secara teratur berputar pada seluruh host. Host hanya dapat mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki token. Dengan token ini, collision dapat dicegah.

Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
·    Biaya
Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
·    Kecepatan
Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
·    Lingkungan
Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh pada jenis perangkat keras yang               digunakan.
·    Ukuran
Sampai seberapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
·    Konektivitas
Apakah  pemakai  yang  lain  yang  menggunakan  komputer  laptop  perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

 

 

 

Agustus 23, 2010

Song for a fool

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 5:31 am

nan ba bo ra so gu ron ga bwa
a pu ge he do gwen chan hun ga bwa
mot nan sa rang i ra no lyo de do
o jol su om nun ba bo ra so..

ne ga won he jal he jwot don gol
gu gom a nu ro heng bok het don gol
han bo ni ra do u so ju myon
gu mi so ro heng bok he..

gu nyo ga sa rang han sa ram op get da ji
i rok e gu nyo gyo te so i sul pu nya
jul su i so heng bok ha sa rang i ra
a mu got do ba ra ji an a..
on je dun so ne mi nyon da hul gu go se
on je dun bu lo ju myon du lil gu go se
pyon ham ob shi gu go se i so jul ge
gu nyo sa rang ha ni ka..

ne ga tek han sa ra mi ra so
a pum ka ji do heng bok het don gol
han bo ni ra do do ra bwa ju myon
nan gu go lo heng bok he..

gu nyo ga sa rang han sa ram op get da ji
i rok e gu nyo gyo te so i sul pu nya
jul su i so heng bok ha sa rang i ra
a mu got do ba ra ji an a..
on je dun so ne mi nyon da hul gu go se
on je dun bu lo ju myon du lil gu go se
pyon ham ob shi gu go se i so jul ge
gu nyo sa rang ha ni ka..

na de shin ji kyo jul sa ram ol te ka ji
jam si man gu nyo gyo te so i sul pu nya
ba ra bwa do heng bok han sa rang i ra
a mu got do pi lyo chi an a..

on je na gi de o su swil su it do rok
on je na ga tun mo su bu ro i sul ge
in sa do ob shi nal to na gan de do
gam sa ha myo bo nel ge..

Agustus 14, 2010

Still as ever you – A.N.Jell

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 6:15 am

Sarangeun anilgeorago heoldaero anilgeorago
Maebeon sokyeowatjiman naemameun jaggu neoreul bureugo
Hangeoleum buditchyeobogo hangeoleum mileonaebwado
Geureolsurok neon naeane keojyeogago isseo
Geumankeum saranghanabwa geumankeum gidarinabwa
Geutorok apeugehaedo naemameun neol ddeonalsueopnabwa
Sarangeun hanaingabwa naemameun byeonchiannabwa
Neolhyanghae jikyeoon sarang ijeneun da malhalsu itdago
Ddaddeutan neoe nunbichi ddaddeutan neoe sarangeun
Dalanalsurok naeane keojyeogago isseo
Geumankeum saranghanabwa geumankeum gidarinabwa
Geutorok apeugehaedo naemameun neol ddeonalsueopnabwa
Sarangeun hanaingabwa naemameun byeonchiannabwa
Neolhyanghae jikyeoon sarang ijeneun da malhalsu itdago
Neol saranghae
Ddaeroneun sarangi hogeun nunmuli
Uril himdeulgehaedo saranghae saranghae
Naegyeote neoman isseumyeondwae
Yeojeoni saranghanabwa yeojeoni gidarinabwa
Meorireul sogyeoboado gaseumeul sogilsuneun eopnabwa
Sarangeun hanaingabwa naemameun byeonchiannabwa
Neolhyanghae jikyeoon sarang ijeneun da malhalsu itdago
Neol saranghae

Promise – A.N.Jell

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 6:11 am

I will promise you du nune neoman damgo salagalgge
I will promise you du pale neol ango salagalgge
Achime nun ddeo jamdeun sunganggaji neo hanaman geurilgge
Saranghae i mal itjima I Love you Forever
Deoun yeoreum nale geuneuli doejulgge bioneun nalen usani doejulgge
Geotdaga jichil ddaen jageun uijado doejulgge useul ddae ni gibbeum
Dubaega dwaege hamgge useulgge nunmul heullil ddaen sugeoni doel neol daggajulgge
I will promise you du nune neoman damgo salagalgge
I will promise you du pale neol ango salagalgge
Achime nun ddeo jamdeun sunganggaji neo hanaman geurilgge
Saranghae i mal itjima I Love you Forever
Uri saineun machi Coffee and Doughnet gatji
Nage gibbeumeul jeonhaejun neoneun nae seupyesyeol
HaruHaruga Energy bujokadamyeon Emergency
Naege saengmyeongi buleojul dalkoman geudaee hyanggi
Maeil hana hana ggok sumgyeonoheun nae sarangeul
Hamgge haneun naldongan modu boyeojulggeoya
I will promise you eodie itddeon neoman gieokhalgge
I will promise you mwol haedo neomaneul gieokhalgge
Yeongwoni neoreul saegil i gaseumman pumgo sala galggeoya
Saranghae i mal gieokhae I love forever
Yes A.N.GELL why here I will promise Just do it Girl
Saranghandaneunde museun mali pilyohae
GwangGwang georineun woenjjok gaseumeuro daedapalgge
One step Two step Three and Four ni gyeote cheoncheoni dagagalgge
Gidariran mal ssawi ibe samji mot ae I will take you
I will promise you du nune neoman damgo salagalgge
I will promise you du pale neol ango salagalgge
Achime nun ddeo jamdeun sunganggaji neo hanaman geurilgge
Saranghae i mal itjima I Love you Forever

Without word – Park Shin Hye

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 6:07 am

Hajimal geol geuraesseo moreuncheok haebeorilgeol
Anboineun geotcheoreom bolsueopneun geotcheoreom
Neol aye bojimalgeol geuraetnabwa
Domangchil geol geuraesseo motdeuleuncheok geureolgeol
Deutjido motaneun cheok
Deuleul su eopneun geotcheoreom
Aye ne sarang deutji aneulgeol
Maldo eopsi sarangeul alge hago
Maldo eopsi sarangeul naege jugo
Sumgyeol hanajocha neol damge haenotgo
Ireoke domangganigga
Maldo eopsi sarangi nareul ddeona
Maldo eopsi sarangi nareul beoryeo
Museunmaleul halji damun ibi
Honjaseo nollangeot gata
Maldo eopsi waseo
Wae ireoke apeunji wae jagguman apeunji
Neol bolsu eopdaneungeon
Nega eopdaneungeo malgo
Modu yejeongwa ddokgateungeonde
Maldo eopsi sarangeul alge hago
Maldo eopsi sarangeul naege jugo
Sumgyeol hanajocha neol damge haenotgo
Ireoke domangganigga
Maldo eopsi sarangi nareul ddeona
Maldo eopsi sarangi nareul beoryeo
Museunmaleul halji damun ibi
Honjaseo nollangeot gata
Maldo eopsi nunmuli heulleonaeryeo
Maldo eopsi gaseumi muneojyeoga
Maldo eopneun sarangeul gidarigo
Maldo eopneun sarangeul apahago
Neoksi nagabeoryeo baboga doebeoryeo
Haneulman bogo unigga
Maldo eopsi ibyeoli nareulchaja
Maldo eopsi ibyeoli naegewaseo
Junbido motago neol bonaeyahaneun
Naemami nollangeot gata
Maldo eopsi waseo
Maldo eopsi watdaga
Maldo eopsi ddeonaneun
Jinagan yeolbyeongcheoreom jamsi apeumyeon doenabwa
Jageun hyungteoman namgedoenigga

Anggota A.N.Jell

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 4:27 am

Juli 31, 2010

Hello world!

Filed under: Uncategorized — Yayangcute @ 4:32 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.